Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 11

Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 11by adminon.Cerita Sex Dark Secret II : Revenge – Part 11Dark Secret II : Revenge – Part 11 Chap 3 Final Masquarade. Part 4 ~ ~ ~ * * * ~ ~ ~ Plukkkk… “Eh jatuh, kemana tuh pil ya?” kata Cath sambil pandangan matanya mencari-cari dilantai. Sementara itu Karin juga sudah meminum satu pil itu. “Ketemu Cath?” tanya Karin. “Wah, gak mbak, nanti minta […]

tumblr_nktvt8d4Hm1up9txto1_1280 tumblr_nktvtgBulH1up9txto1_540 tumblr_nktvtmbrp91up9txto1_540Dark Secret II : Revenge – Part 11

Chap 3
Final Masquarade.
Part 4

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
Plukkkk…

“Eh jatuh, kemana tuh pil ya?” kata Cath sambil pandangan matanya mencari-cari dilantai. Sementara itu Karin juga sudah meminum satu pil itu.

“Ketemu Cath?” tanya Karin.

“Wah, gak mbak, nanti minta aja lagi,” kata Cath sambil berdiri dan merapikan pakaiannya.

“Ayo mbak, it’s showtime,” kata Cath sambil menepuk pantat Karin yang terlihat memandang kearah lantai dibelakang Cath sambil tersenyum simpul.

“Duluan aja Cath, mbak dibelakang aja…hihihi” kata Karin sambil dengan pelan dan melangkah sedikit kebelakang Cath dan dengan gerakan yang cepat dan tak kentara, dia mengambil sebuah pil warna biru dari lantai.

Kalau minum dua, pasti bisa tahan lebih lama nih entar..hihihi

Pikir karin sambil meminum pil yang baru saja dipungutnya. Sambil tersenyum, diikutinya Cath yang sudah lebih dulu melangkah dengan gemulai, menggoda dua pejantan yang sudah lapar menunggu hidangannya.
“Sini sayang…, om sudah pengen ngerasain yang basah dibawah sana…,” kata Roy sambil melambai kearah Karin yang sedikit tertinggal dibelakang Cath.

“Sudah gak sabar yah om???” goda Cath yang berdiri didepan lelaki yang lebih muda, dengan gaya yang menggoda, dibukanya dua kancing atas kemejanya yang berwarna merah menyala.

Karin melangkah mendekat kearah Roy dengan pelan, seperti Cath, dia mulai menggoda Roy yang terlihat sudah terbakar nafsu.

“Om, mau lihat yang atas apa yang bawah dulu?” goda Karin sambil tangan kanannya membuka kancing kemeja sedangkan tangan kirinya menaikkan roknya sehingga pahanya yang tertutup stocking hitam tipis terlihat.

“Kalau keduanya saja gimana manis?” tanya Roy sambil menarik tubuh tinggi dan langsing Karin mendekat sehingga samar harum parfum yang dipakai Karin tercium olehnya.

“Ahhh.. Om curangggg… masa keduanya? Satu-satu aja dulu om..,” kata Karin jual mahal, padahal bibir vaginanya sudah terasa gatal karena gairah dan pengaruh pil biru yang ditelannya.

“Yang bawah aja deh dulu, boleh?” tanya Roy menggoda. Sambil bibirnya bertanya seperti itu, tangannya menelusup melewati stocking hitam dan garter belt yang dikenakan Karin dan merasakan bagaimana basahnya dibawah sana.

“Om, bagaimana dengan kucing liar yang sekarang sedang tidur itu?” tanya lelaki yang lebih muda dengan tenang, menyela kesibukan Roy.

“Masih sama seperti tiga tahun lalu, belum ada perubahan, kau tenang saja…,” jawab Roy dengan santai. Perhatiannya sekarang fokus kepada celah sempit yang mulai menganga basah dibawah sana.

Dengan tangannya yang sudah berpengalaman, dibelainya vagina Karin yang sudah basah kuyup oleh gairah. sambil tersenyum Roy membelai bibir luar vagina Karin, sesekali jarinya masuk sebatas kuku dan terkadang menyentil-nyentil klitoris yang mulai membengkak.

“Om…, itunya om… Ahhhh… Atasan lagi dikit… dikit lagi omm….,yahhh….” desah kecewa Karin ketika jari-jari Roy yang menelusup masuk kedalam lorongnya itu dicabut dengan tiba-tiba. Rasa gatal semakin terasa di di vaginanya, yang sekarang, ingin digaruk dengan batang yang lebih besar.

“Ommmm….. Ayooo….” ajak Karin sambil menungging dan meminta Roy memasukkan penisnya yang sudah keluar dari sangkarnya. Kepalanya menoleh kesamping, kearah Cath yang tinggal mengenakan bra berwarna merah menyala dan rok yang sudah terangkat keatas sampai keperut. Cath tiduran dengan kepala bersandar di lengan sofa ,tangan kanan meremas payudaranya sedangkan tangan kirinya menyibakkan belahan vaginanya yang berwarna merah dan basah.

Dibawahnya, terlihat lelaki yang lebih muda sedang asyik menguaskan lidahnya yang panas dan kasar di klitoris Cath. Pinggul Cath sampai bergerak-gerak liar ketika jilatan di klitorisnya itu semakin lama semakin cepat.

“Ahhhh… Mas! Please get inside!” racau Cath diantara desahannya. Wajahnya mulai terlihat memerah terbakar nafsu.

“Tapi sudah ada yang mengawasi kucing liar itu kan om?” tanya rekan Roy disela-sela aktivitasnya yang terus mengekplorasi vagina Cath.

“Tenang saja, itu sudah kuatur. Kekhawatiranmu mengenai tidak ada bukti fisik yang tertinggal di lokasi itu, jangan terlalu khawatir, kita memegang kartu as mereka, mereka tidak akan berani sembarangan bergerak,” kata Roy sambil mulutnya turun kearah vagina Karin.

“Aaawwwww…Ommm!” suara teriakan kaget terdengar dari mulut tipis Karin ketika bukan hentakan batang panas penis yang keras yang diterimanya, tapi gigitan ringan di klitorisnya. Bibirnya mengatup dengan kuat merasakan sensasi antara sakit dan nikmat.

“Ehhmmmmmm…Ommmm….,” desah Karin merasakan kenikmatan yang semakin lama semakin berpusat di vaginanya ketika jilatan dari Roy semakin terasa di vaginanya. Dilihatnya Cath juga merasakan yang sama dari oral yang diterimanya.

“Ahhh…, Enak bangetsss Cath…,” bisik Karin kearah Cath.

“Iyah mbak… Aku dikiitttt lagi mbak!” jawab Cath yang pinggulnya semakin cepat dan liar bergerak.

“Ayoooo omm… Dikit lagi Karin dapet…,” kata Karin kearah Roy yang sekarang semakin cepat dan kasar menguaskan lidahnya yang terasa kasar kearah vagina Karin yang semakin banyak mengeluarkan cairan pelumas. Paha Karin semakin tegang merasakan puncak kenikmatan yang semakin dekat.

“Bagaimana dengan Angel? Ada kabar? Gara-gara dia Madam Zi tidak mau membantu kita lagi,” tanya rekannya Roy khawatir.

“Hmmmm… Madam Zi bersikeras dia masih hidup, padahal aku tidak yakin dengan keberadaannya, dan kalau dia masih hidup, dia seperti menghilang ditelan bumi. Begitu juga dengan rekannya Herman dari kepolisian itu, ” untuk pertama kalinya Roy terlihat tertegun dan melamun. Namun itu tidak lama.

Roy memberikan isyarat kepada lelaki yang lebih muda dan terlihat mereka tersenyum simpul.

“Kok berhenti om?” tanya Karin ketika orgasme yang sudah didepan mata terputus karena Roy berdiri dan menarik tubuh Karin yang mulai dihiasi keringat.

Pertanyaan Karin hanya dijawab dengan senyuman ringan. Roy kemudian memandangi tubuh Karin yang sekarang hanya terbalut celana dalam mini yang tersingkap kesamping dan stocking hitam yang dihiasi garter belt hitam. Dengan pelan Roy menarik tubuh Karin kedekat Cath terbaring dan memberi isyarat agar Karin berbaring dengan posisi 69 diatas tubuh Cath.

Walau sedikit kesal karena orgasmenya terputus, Karin berbaring diatas tubuh Cath yang terlihat mulai berkeringat dan telanjang seperti dirinya. Bedanya, celana dalam Cath terlihat robok dibagian tengahnya sehingga lobang vaginanya yang sempit terlihat samar dari sana. Aroma khas perempuan yang sedang terangsang tercium jelas dari vagina Cath yang tepat berada dibawah hidungnya.

Roy dan rekannya membuka pakaian yang digunakan sehingga keduanya telanjang bulat. Dengan penis yang mengacung tegak keduanya mendekat kearah wajah pasangan masing-masing.

“Bagaimana menurutmu perkembangan obat yang Tony buat?” tanya Roy kepada rekannya melihat reaksi dari gadis-gadis yang seperti kucing liar kebelet kawin didepan mereka.

“Hahaha… Itu satu-satunya hal yang berkembang pesat dari tiga tahun lalu om dan yang kubawa sekarang, yang paling manjur kata Tony,” jawab rekannya sambil tertawa lebar.

“Ehhhmmmm…,” desahan keluar dari mulut Roy ketika mulut mungil Cath mulai bergerilya di batang keras dan hangatnya. Jilatan, hisapan dan kuluman berganti-ganti dilakukan Cath disepanjang batang penis Roy hingga batang itu mengkilap oleh ludah dan semakin keras.

Sambil mengisap penis Roy, jari-jemari Cath yang mungil mempermainkan klitoris Karin diatas sana. Bisa dirasakannnya tubuh Karin menggelinjang diatas tubuhnya, merasakan kenikmatan yang diberikan tangan Cath.

Ploppppp

Dengan suara samar penis Roy yang sudah sangat keras tercabut dari mulut Cath. Mata Cath memandang kearahnya dengan tatapan meminta.

Diujung sana, rekannya juga menarik penisnya dari mulut Karin, sambil tersenyum Roy berbisik ditelinga Cath.

“Mungkin, sekarang saat yang tepat untuk bermain dengan lubang sempit yang terganjal itu,” bisik Roy pelan ditelinga Cath. Diujung sana rekannya juga terlihat berbisik ditelinga Karin.

Senyum di wajah Cath terlihat semakin lebar, seiring dengan jarinya yang perlahan menarik butt plug yang ada diatas vagina Karin.

Dengan ludahnya dibasahinya butt plug itu dan mulai memaju mundurkannya di pantat Karin.

“Eeeeggghhhhh…,” terdengar lenguhan Cath dan jarinya yang mempermainkan butt plug itu terhenti sejenak, ketika hal yang sama dilakukan Karin dipantatnya.

Kedua gadis itu kemudian seperti berlomba menggerakkan jari jemarinya yang mungil di pantat rekannya. Lenguhan antara sakit dan nikmat terdengar memenuhi badan pesawat.

“Program Ulrich berjalan lancar kan?” tanya Roy kepada rekannya sambil mengawasi kedua gadis yang sibuk dengan mainannya masing-masing, nada suaranya terdengar serius sekarang.

“Tentu saja om, cuma…”

“Cuma apa?” tanya Roy cepat.

“Mungkin om bisa beritahu Mas Sachi, dia sering menyalahgunakan orang-orang yang kita kumpulkan,” jawab rekannya dengan sedikit ragu.

“Hmmmm…, aku juga sudah tahu itu, tapi mau apa lagi, lagipula Vian dekat dengannya, aku tidak ingin mengecewakan Vian,” jelas Roy sambil memandang rekannya.

Rekannya hanya bisa mengangkat bahu mendengar jawaban Roy, dia kemudian memberi isyarat kepada Roy yang mengangguk ringan.

Keduanya lalu memposisikan kepala penisn mereka yang sudah basah kuyup dengan ludah didepan liang vagina lawan mainnya masing-masing. Kedua gadis yang sedang kesetanan memainkan butt plug itu tidak menyadari kalau dua buah penis akan membelah vagina mereka. Dan…

“Aaaaaaaaaahhhhhhhhhh mas!”

“Ooouuuhhhhhhhhhhhhhh omm!”

Dua teriakan terkejut terdengar dari dua mulut yang berbeda. Cath dan Karin memandang lawan mainnya dengan terbelalak, merasakan vagina mereka yang gatal dimasuki penis yang keras dalam sekali hentakan. Paha mereka menjepit dengan erat, dengan kaki yang terjulur kaku.

“Ouuugghhh ommm…Diem bentar, penuh bangetsss…” ceracau Karin sambil berhenti memainkan butt plug ditangannya. Matanya terpejam merasakan kenikmatan yang menjalar dari vaginanya yang gatal dan sekarang disumpal dengan penis yang keras.

“Mas… Sakittttt….” kata Cath dengan manja sambil menoleh kepada lelaki yang sekarang mengisi vagina basahnya. Vaginanya berkontraksi, menjepit penis itu dengan kuat.

“Sakit? Apa enak?” tanya lelaki itu sambil mulai menghentakkan penis dengan pelan.

“Ehhhmmmm.. sakit tapi enakk mas…” sahut Cath sambil mencium klitoris Karin yang sudah membengkak.

Sementara itu tubuh Karin terlihat berkeringat, vaginanya terasa sangat gatal, mungkin efek dari dua buah pil biru yang ditelannya atau memang gairahnya sendiri yang selalu menuntu untuk dipuaskan. Dengan rakus dia menjilati klitoris Cath yang ada dibawahnya sedangkan tangannya memainkan butt plug di pantat Cath dengan kasar.

“Ommm yang keras!” pinta Karin ketika Roy hanya memainkan penisnya dengan pelan di vaginanya yang pengen digaruk dengan keras, cepat dan kasar.

Jleeebbbbbb…

“Begini manis?” tanya Roy sambil menghentakkan pinggulnya di vagina Karin yang basah.

“Iyahhh om… Terus om!” ceracau Karin menikmati hentakan demi hentakan di vaginanya.

Gila! Basah sekali punyanya, apakah memang horny atau efek obat yang keras pada dirinya?

Pikir Roy melihat wajah Karin yang memerah dan bersimbah dengan peluh, dilengkapi dengan bibir tipis yang tak henti-hentinya mendesah nikmat.

Plok….Plokkkk…Plokkkkkk…..

Suara penis yang beradu terdengar memenuhi ruangan pesawat. Dua orang gadis yang bergerak liar mencari kepuasan dari masing-masing pejantan yang bergerak cepat, menghentak dengan bertenaga di vagina mereka.

Clep…clep…clep….

Suara vagina yang becek dan banjir ketika dihentak oleh penis yang keras semakin cepat terdengar. Kedua pejantan itu seolah berlomba untuk memuaskan betinanya yang bergerak liar, hendak mencapai kepuasan duniawi yang mereka nanti.

“Ahhhhhh ommm.. Enak bangetsss! Cepetin om…. Karin…Karin…Karin….” kata Karin terputus-putus ketika kenikmatan itu mulai berkumpul disatu titik.

“Aahhhhhh shitttt!” teriak Karin ketika orgasme itu melandanya. Pantatnya bergerak liar dengan kaki yang mengejang diatas tubuh Cath, yang pasrah menerima cairan kenikmatan dari vagina Karin menetes kearah mukanya. Dengan liar Cath menghisap cairan vagina Karin yang meleleh di pangkal pahanya sampai habis.

“Ahhhh…ahhh…hahh… Om berhenti dulu, ngilu om….ahhhhh…” desah karin ketika Roy tanpa berhenti tetap memompa vagina Karin hingga memerah.

“Ayooo mas! Penuhi vaginaku dengan penis mas! Ayo mas..ahhh..ahhh” kata Cath tak mau kalah dari Karin yang sudah mendapatkan orgasme pertamanya hari itu.

Mengetahui kalau Cath belum orgasme, dengan nakalnya tangan Karin menggerakkan butt plug di pantat Cath. Bibirnya kemudian menggigit-gigit kecil klitoris Cath yang sudah membengkak.

“Shiiitttt! Karinss! Sakitttt!” teriak Cath kerika gerakan tangan Karin semakin cepat dipantatnya, hal itu diikuti dengan gigitan yang semakin cepat dan intens di klitorisnya.

“OOuuuhhhhhhh! Setaaaannnnnnn….enaakkk bangetsssss!” teriak Cath ketika orgasme itu menerpanya.

Ploooppppp…..

Suara penis yang tercabut ketika pinggul lelaki yang sedang mengisi vagina Cath dengan penis kerasnya itu terlepas. Dan…

Syurrrr…syurrrr…syurrrr

Suara cairan kenikmatan Cath yang memancur keluar sampai mengenai muka Karin yang terlihat terkejut melihat squirt yang dialami Cath.

“Ahhhh….Shitttt enak bangetss…. Sory mbak kena dikit… Habis enak banget sihhhh..Hah…hah…hah…!” kata Cath dengan tubuh yang lemas sehabis merasakan squirt yang luar biasa hari itu.

“Egghhhhhhhmmmmmm….” jawab Karin yang mulai merasakan nikmat diantara ngilu yang melanda vaginanya.

Plopppp….

“Sini sayang….” kata Roy beranjak ke sofa sebelah, dengan tenang dia tiduran sementara penisnya mengacung tegak keatas. Dilihatnya kesebelah, telihat rekannya juga sudah berdiri dengan penis yang terlihat basah kuyup disamping Cath yang kehabisan nafas.

“Satu lagi om, wanita itu masih terus saja mencari tahu mengenai kecelakaan suaminya, dia masih belum percaya kalau suaminya murni kecelakaan mobil,” kata rekannya.

“Wanita? Wanita yang mana?” tanya Roy bingung.

“Wanita itu, yang om bilang dingin seperti Vian saat di perusahaan G-Team,” jelas rekannya.

“Oh dia! Biarkan saja, toh polisi sudah final menetapkan itu sebuah kecelakaan,” jawab Roy ringan sambil melambaikan tangannya kearah Karin.

Apa yang mereka bicarakan?

Pikir Karin bingung mendengar percakapan dua orang lelaki itu, semua yang dikatan Roy dan rekannya tidak bisa dicernanya dengan baik. Efek dari vaginanya yang gatal!

Dengan malas Karin bangun dan merasakan kalau nafas Cath memburu dibawahnya. Terlihat Cath kelelahan merasakan panasnya persetubuhan mereka. Ketika menoleh kedepan, dilihatnya Reda sudah ada disana, dengan penis yang keluar dari resleting celananya.

OMG! Panjangnya!

Pikir Karin sambil melihat penis Reda yang panjangnya diatas rata-rata itu. Namun itu tak lama, karena sebuah dorongan pelan di bahunya membuatnya maju kearah Roy yang sudah menunggunya dengan penis yang teracung keatas.

Dengan tak sabar Karin naik keatas sofa dengan kaki yang mengangkang lebar, dengan tangannya disibakkanya belahan vaginanya yang terlihat kemerahan akibat gesekan dengan penis yang keras. Dipaskannya posisi penis Roy di celah vaginanya yang masih terlihat basah. Dan…

Jleeebbb!

“Aaaaaaaaaaaghhhhhhhhhh! Enaakkkk banget om!”

“Uughhhhhh Karinnnn!”

Dua teriakan menggema di badan pesawat itu ketika dengan sekali hentakan keras Karin menurunkan pinggulnya hingga penis Roy masuk sangat dalam. Punggung Karin melengkung, merasakan geli dan nikmat akibat gesekan dinding vaginanya dengan penis Roy.

“Nakal juga ya kamu….” kata Roy sambil meremas buah dada yang terayun dengan liarnya ketika empunya mulai bergoyang maju mundur di atas tubuh Roy.

“Tapi om suka kan??” balas Karin sambil tak hentinya tubuhnya bergerak maju mundur mencari kenikmatan. Vaginanya mengulek penis Roy dengan lincahnya untuk mendapatkan orgasme yang kesekian kalinya hari ini. Dan hal itu pun tak lama dinantinya

“Ommmm…Oooggghhhhh….Karinn dapetssss lagi!” teriak Karin ketika orgasme itu menempanya.

“Hah…hah…hah… Gillaaa….!” desis Karin merasakan vaginanya masih terasa gatal walau sudah merasakan orgasme. Sebuah usapan dan ciuman ringan di punggungya membuat dirinya menoleh kebelakang dan disana sudah berdiri rekannya Roy sambil tersenyum lebar.

Ouwwhhh tidak! Bakalan disandwich nih!

Pikir Karin antara takut dan antusias.

“Minum dulu,” kata rekannya Roy sambil memberikan segelas air putih.

“Thanks…” jawab Karin sambil menerima air itu dan menenggaknya dalam sekali tegukan.

Nanti pasti kau akan lebih liar lagi

Pikir rekannya Roy sambil tersenyum lebar melihat Karin menghabiskan air yang telah dicampurnya dengan pil biru yang baru, yang tidak berwarna jika dicampurkan dalam air dan hanya meninggalkan kesan manis seperti gula jika diminum. Tapi satu hal yang menjadi point dalam obat yang baru itu, efeknya yang hampir instan terasa!

Benar saja, Karin yang merasakan vaginanya semakin gatal semakin cepat saja menggoyangkan tubuhnya. Dari bawah, Roy mengimbangi setiap gerakan Karin dengan sama bernafsunya.

“Nyoba khasiat obat baru dulu om…,” kata rekannya Roy sambil mendorong tubuh Karin hingga menempel dengan tubuh Roy. Tangannya kemudian menyibakkan pantat Karin dan menarik keluar butt plug yang menempel disana.

“Uhhhhmmmmm….Massss…” desah Karin ketika benda yang mengganjal di pantatnya itu ditarik keluar. Dengan penasaran dia menoleh kebelakang dan melihat rekannya Roy meludah di lobang sempit miliknya, lobang yang masih belum terlalu sering dimasuki benda asing itu.

Dipandanginya ukuran penis rekannya Roy yang tidak sebesar milik Roy dan ketakutannya sedikit terobati. Perlahan dirasakannya benda itu menempel didepan lobang sempitnya dan pantatnya menguak dengan terpaksa ketika kepala penis itu mulai menyeruak masuk.

Spoiler for Ilustrasi:

“Masss… Jangan dulu… Masih kerasa penuh mas…,” rengek Karin merasakan kepala penis yang sudah berhasil memasuki lubangnya yang lagi satu. belum sempat dia bernafas lega ketika sebuah penis lain mengacung menyentuh mukanya. Ketika karin menoleh, dilahatnya Reda berdiri didepannya dengan wajah yang sedikit berkeringat.

“Mbak… Isepin yahhhh…” kata Reda dan sebelum Karin menjawab, penis itu sudah menyeruak masuk kedalam mulutnya.

“Eeeghhhhhhhh…Ugghhhhhhh…..,” ceracau Karin tidak jelas saat penis panjang Reda memasuki mulutnya sampai menyentuh tenggorokannya.

Plaaakkkk!

“UUghhhhhhh…”

Dengus Karin teredam penis dimulutnya ketika sebuah tamparan yang keras melanda pantatnya yang putih. Saking kerasnya, pantatnya yang putih berubah menjadi merah karenanya.

Plakkk…Plakkk…Plakkkkk…

“Aggggghhhhh..Aaahhhh…” desah Karin merasakan rasa sakit di pantatnya karena tamparan itu. Perhatiannya yang teralihkan oleh rasa sakit itu tidak merasakan bagaimana kepala penis yang menyeruak di pantatnya sudha masuk semakin dalam.

Penis itu sekarang keluar masuk dengan cepat dianusnya, sementara dibawah penis Roy masih dengan setia mengisi vaginanya.

“OOwwghhhhhh shitttt! Enakkkkk bangetsssss!” teriak Karin ketika mulutnya bebas dari penis panjang Reda. Wajah Karin terlihat menahan rasa nikmat di vaginanya dan rasa sakit di anusnya bersamaan. Matanya melihat penis Reda yang menganggur dan dengan gerakan yang cepat dikocoknya penis itu dengan kasar dan cepat.

“Aahhhhh…ahhhh.ahhhhh….”

“Ughhhhhh….”

“Ssttttttt….”

Desahan dan desisan mereka saling bersahutan di dalam ruangan pesawat itu. Namun Karin yang paling merasa nikmat diantara mereka semua saat Roy dan rekannya bergerak semakin cepat di kedua lobang miliknya.

“Ouwwwwwggggghhhh mbakkkk!” teriak Reda ketika dirinya tak tahan lagi menerima kocokan liar dari Karin. Mendengar itu Karin langsung memasukkan penis panjang itu kedalam mulutnya dan menelan semua sperma yang dikeluarkan Reda.

Tak lama kemudian rekannya Roy terlihat mulai kewalahan merasakan jepitan anus karin yang sempit. Nafasnya mulai terdengar memburu dan…

Ssrrrr….srrrr…ssrrrrrr….

“Ahhhhh…Rasakan itu lonte….!” kata rekannya Roy meracau ketika penisnya menyemburkan sperma didalam anus sempit Karin.

Sekarang tinggal Karin dan Roy yang masih bergerak liar mencari pelepasan.

“Ouuwwhh… Om mau keluar!” pekik Roy merasakan spermanya mulai mengumpul.

“Aaaahhhhh…anjingggghhhh… enak bangets om… Terus om! Karins juga mau kelu…arrr!” teriak Karin.

Plokkkkk…Plokkk…Plokk…

“Aaahhhhhh…..”

Serrrrr…serrr…srrrrr…

Beberapa semprotan hangat membasahi rahim Karin. Karin bergerak semakin liar, berusaha mengejar orgasme yang tingal sedikit lagi ketika dia merasa sakit didadanya dan perlahan pandangannya mengabur.

Samar didengarnya gelak tawa lelaki yang ada di sekelilingnya sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

~ ~ ~ * * * ~ ~ ~
Tangan Cantal yang terlihat terawat dengan baik itu sekarang turun kebawah dan membuka resleting rok hitam ketat yang membalut asetnya yang dibawah sehingga sekarang pantatnya yang montok itu terlihat dengan jelas dibalut oleh celana dalam yang senada dengan bra yang dikenakannya.

Andri hanya bisa menahan nafas melihat tubuh sintal yang dulu hanya bisa dibayangkannya dari balik blouse yang digunakannya saat membawakan berita, walaupun Cantal sempat berfoto seksi dengan beberapa majalah. Namun apa yang dilihatnya sekarang membuat penisnya menggeliat dibawah sana.

Buka…Buka… Buka…

Andri mengawasi layar laptopnya, yang sekarang terbagi menjadi dua. Layar sebelah kiri memperlihatkan ruangan di kamar Cantal, sedangkan yang satunya masih gelap, gelap karena laptop Sachi yang tidak dinyalakan.

Tidak lama layar sebelah kiri terisi dnegan Cantal dan Andri pun terhenyak melihat penampilan dari wanita yang sudah matang itu.

Spoiler for Ilustrasi:

Mengenakan aksesoris telinga kelinci berwarna hitam diatas kepala, make up minimalis dan sapuan lipstik merah bata membuat aura segar di wajahnya. Dadanya yang besar ditutupi bra sekaligus korset jaring warna hitam. Sedangkan bagian bawahnya tertutupi rok kulit warna hitam sepaha yang seksi dan nakal.

Tak terasa Andri menelan ludah melihat penampilan ibu seksi itu.

Cantal terlihat mematut dirinya didepan cermin dan nampak puas dengan penampilannya. Andri tak sabar ingin melihat apa yang akan dilakukan ibu muda itu didepan webcam nantinya.

Drrrrtttttt….Drrrrtttttt….Drrrrtttttt….

Sebuah sms masuk di handphone andri, dengan satu tangan dibukanya sms itu.

Mas… Ada CCTV di apartemennya, aku akan coba matikan nanti, sementara ini aku sudah temukan dimana kira-kira dia menyimpan yang kita cari.

Hmmm… CCTV, berarti ada sesuatu yang disembunyikannya disana. Tapi apa? Pikir Andri sambil membalas sms itu.

Hati-hati, jangan gegabah, aku sudah berhasil meretas laptopnya, jangan terlalu dipaksa. Ingat hapus sms ini.

Andri menekan tombol send dan menghapus semua sms dari handphonenya. Perlahan layar disebelah kanan laptopnya berubah. Dan apa yang ada disana membuat sekali lagi Andri menelan ludahnya!

Author: 

Related Posts